Media olahraga ternama, ESPN baru saja mengadakan pemilihan pemain paling populer versi mereka. Media televisi kabel olah raga pertama di dunia asal Amerika Serikat (AS) ini memiliki pendapat sendiri tentang siapa yang pantas menempati urutan terbaik.
Tidak hanya tentang kualitas di lapangan dan raihan prestasi yang pemain tersebut raih, ketenaran di luar lapangan, banyaknya sponsor dan jumlah followers di media sosial serta pencarian di dunia maya pun turut menjadi poin penilaian.
Berikut kami sajikan 10 Pemain sepakbola terpopuler di tahun 2018 versi ESPN.
Dunia sepakbola modern, kesetiaan untuk klub tempat kota kelahiran menjadi sebuah hal yang langka. Godaan uang dan ketenaran di tempat lain, membuat banyak pemain seringkali melupakan asal muasal mereka sendiri.
Namun, bukan berarti romantisme semacam itu hilang sama sekali. Dalam perjalanannya, ada beberapa pemain yang lahir, tumbuh, berkembang, dan kemudian menjadi ikon bagi klub kota kelahiran mereka masing-masing. Berikut kami rangkum enam di antaranya.
Postur tubuh tinggi kerapkali jadi masalah dalam dunia sepak bola bagi klub atau tim yang pemain-pemainnya tidak tinggi. Contohnya bisa dilihat di Piala Dunia 2018, ketika Timnas Belgia menyingkirkan Timnas Jepang dengan keunggulan postur tubuh mereka.
Namun, hal itu tidak mengartikan bahwa memiliki postur tubuh pendek tidak akan sukses di sepak bola. Sebaliknya, jika dimanfaatkan dengan efisien, pemain-pemain yang ‘mungil’ bisa menggunakannya sebagai keuntungan.
Di era sepak bola modern, ada 10 pemain dan lebih yang berpostur tubuh pendek, tapi cukup sukses dengan permainan yang mereka kembangkan masing-masing. Tidak termasuk Philipp Lahm, legenda Jerman dan Bayern Munchen yang sudah pensiun, berikut ke-10 pemain tersebut:
10. Joe Allen – 1,68 Meter - Stoke City
9. Sebastian Giovinco – 1,63 Meter - Toronto FC
8. Alejandro Gomez – 1,65 Meter - Atalanta
7. Alexis Sanchez – 1,69 Meter - Man United
6. Xherdan Shaqiri – 1,69 Meter - Liverpool
5. Lucas Torreira – 1,66 Meter - Arsenal
4. Lorenzo Insigne – 1,63 Meter - Napoli
3. Dries Mertens – 1,69 Meter - Napoli
2. Marco Verratti – 1,65 Meter - Paris Saint-Germain
Real Madrid, Los Blancos, Santiago Solari, Marcelo, Argentina, Juan Lopetegui, Juan Lopetegui, Bernd Schuster, Jorge Valdano, Luis Molowny, Miguel Munoz, Alfredo Di Stefano, Vicente Del Bosque
Santiago Solari selangkah lagi menjadi pelatih skuat utama Real Madrid pada Selasa (13/11), setelah dirinya berhasil mengembalikan kepercayaan diri Marcelo dkk dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Faktor utama pertimbangan direksi klub adalah Solari yang merupakan mantan pemain Real Madrid, sudah mengenal tradisi klub tersebut.
Pria asal Argentina itu menggantikan Juan Lopetegui yang dipecat setelah Real Madrid kalah 1-5 dari Barcelona pada Minggu (28/10). Lopetegui hanya bertahan selama empat bulan untuk melatih Bale dkk, seiiring rentetan hasil buruk di awal musim 2018/19.
Berikut adalah video 7 daftar mantan pemain yang sukses melatih Real Madrid
Loyalitas adalah sesuatu yang langka di sepakbola modern. Semakin sedikit pemain yang mau bermain untuk satu atau bahkan dua klub sepanjang karier sepakbolanya.
Tuntutan untuk menang, kekuatan uang, desakan tertentu dari sepakbola yang kini menjadi industri bisa jadi faktor besar lainnya yang memengaruhi menurunnya masa karier bermain di satu klub bagi seorang pemain.
Namun, di tengah kondisi ini klub mana saja yang memiliki tingkat loyalitas tertinggi di Eropa? Apakah klub kesayangan anda termasuk di antaranya?
Note: Perhitunga ini berdasarkan pada jumlah masa bermain pesepakbola dalam suatu klub dibagi dengan jumlah skuat yang terhitung.
Best XI FIFPro dalam Kurun Waktu 10 Tahun Terakhir
FIFA Football Awards 2018 baru saja selesai digelar di London pada Senin (24/9) waktu setempat, selain Luka Modric yang terpilih sebagai pemain terbaik, FIFA juga resmi mengumumkan siap saja 11 pemain yang masuk dalam FIFPro World XI.
FIFPro World XI adalah ajang tahunan untuk memilih pemain terbaik untuk membentuk satu tim. Formasi yang dipilih adalah 4-3-3 dan pemilihan dilakukan oleh setiap pemain profesional di sepak bola.
Berikut adalah Best XI FIFPro dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
11. Kiper: Manuel Neuer / Bayern Munchen
10. Bek Kanan: Dani Alves / Paris Saint-Germain
9. Bek Tengah: Sergio Ramos / Real Madrid
8. Bek Tengah: Gerard Pique / Barcelona
7. Bek Kiri: Marcelo / Real Madrid
6. Gelandang: Andres Iniesta / Vissel Kobe
5. Gelandang: Xavi Hernandez / Al Sadd Sports Club
4. Gelandang: Luka Modric / Real Madrid
3. Penyerang Sayap Kanan: Lionel Messi / Barcelona
2. Penyerang Tengah: Luis Suarez / Barcelona
1. Penyerang Sayap Kiri: Cristiano Ronaldo / Juventus
Daftar ini hanya menampilkan penyerang lebar atau striker kedua, jadi, pemain-pemain seperti Cristiano Ronaldo, Harry Kane, dan Luis Suarez tidak memenuhi syarat untuk masuk ke sini.?
Inilah zaman keemasan untuk para penyerang, tapi 10 pemain inilah yang telah membuktikan diri sebagai penyerang yang paling tajam...setidaknya begitulah menurut pendapat kami
Sebagai catatan: Daftar ini hanya menampilkan ke pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah, jadi, pemain-pemain seperti Lionel Messi, Antoine Griezmann, Mohamed Salah, dan Neymar tidak masuk dalam pertimbangan kami.?..
8 Pemain yang Berupaya Keras untuk Kembali Mengamankan Posisinya di Tim Utama
Musim ini tidak bersahabat bagi beberapa pemain yang sebelumnya jadi pilihan utama dalam rencana bermain pelatih. Melalui alasan yang berbeda-beda, mereka dihadapkan pada situasi yang berbeda dan diharuskan berlatih keras di sesi latihan, tampil semaksimal mungkin ketika bertanding, agar dapat kembali mengamankan posisi bermain di tim utama. Siapa saja?
8. Dejan Lovren | KLub : Liverpool FC | Posisi : Centre-Back
7. Javi Martinez | KLub : Bayern Munich | Posisi : Defensive Midfield
6. Jordan Henderson | KLub : Liverpool FC | Posisi : Central Midfield
5. Andreas Christensen | KLub : Chelsea FC | Posisi : Centre-Back
4. Paulo Dybala | KLub : Juventus FC | Posisi : Second Striker
3. Cesc Fabregas | KLub : Chelsea FC | Posisi : Central Midfield
2. Petr Cech | KLub : Arsenal FC | Posisi : Goalkeeper
1. Victor Moses | KLub : Chelsea FC | Posisi : Right Winger
10 Pemain Premier League yang Kariernya Memburuk Setelah Pergantian Manajer
Manajer baru sering kali membawa pemain baru dan pergantian susunan pemain - yang berarti, pasti ada satu pihak yang dirugikan, seperti 10 pemain ini yang mengalami kesulitan akibat pergantian manajer di klub induknya
Dilansir dari Fox Sports Asia, ada beberapa para pemain yang dianggap sebagai transfer berkualitas mengingat fakta bahwa tim membayar jauh lebih rendah daripada nilai pasar mereka di dunia sepak bola. Namun, di hal yang berbeda juga terdapat beberapa para pemain yang dibeli dengan jumlah uang yang sangat besar dibandingkan dengan nilai mereka di bursa transfer.
Hal ini berdasarkan pada perbedaan antara nilai pasar mereka dan biaya transfer yang dilaporkan saat mereka ditandatangani. Lalu siapa sajakah pemain yang dibeli melebihi nilai transfernya? Berikut rangkumannya :
Bursa transfer selayaknya situasi di pasar, antara penjual dan pembeli. Terutama dari sisi pembeli, biasanya mereka akan menuju penjual yang sudah diakui kualitas dagangannya, sehingga berapapun harga yang dikeluarkan akan sepadan. Itulah yang kemudian memunculkan istilah ‘klub swalayan’ di Eropa.
Berikut ini 10 klub yang terbaik dalam urusan menjual pemain. Mereka bisa mendatangkan keuntungan besar yang terus berlanjut tiap bursa transfer, tanpa mengurangi kualitas tim.
7 Pemain Bintang yang Belum Dimainkan Oleh Klub Baru Mereka
Bursa transfer pemain akan selalu menjadi hal menarik untuk dibicarakan, setiap klub dipastikan berlomba-lomba untuk menambah kekuatan skuatnya dan menawarkan dana yang fantastis demi mendapatkan pemain incaran.
Keputusan seorang pemain untuk berpindah klub biasanya juga dipengaruhi faktor demi mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak. Namun ada tujuh pemain bintang di musim 2018/19 belum diturunkan oleh klub baru mereka.
Siapakah kesembilan pemain tersebut? Berikut informasinya.
Real Madrid secara resmi mengembalikan Mariano Diaz ke Santiago Bernabéu, penyerang yang besar bersama Real Madrid Castilla musim lalu dilepas ke Olympique Lyonnais. Dengan mahar 21,5 juta euro, pemain berkebangsaan Republik Dominika itu kembali menambah panjang daftar pemain yang dipulangkan Real Madrid.
Diaz bukanlah satu-satunya mantan pemain Real Madrid yang dibawa kembali ke Santiago Bernabéu, karena sebelumnya sudah ada 10 pemain yang melakukannya! Siapa saja mereka?
Fans Tottenham mungkin harus menjalani bursa transfer musim panas yang membuat mereka khawatir - tetapi seperti yang ditunjukkan Matt Gault, tidak berbuat banyak di bursa transfer tidak melulu buruk, berikut contohnya :
7 Pemain Bintang yang Sempat Ditolak Banyak Klub Saat Masih Muda
Tidak mudah memang menjadi seorang pemain bintang sepakbola. Butuh komitmen dan usaha keras dari seorang pemain jika ingin sukses berkarier di lapangan hijau.
Terbukti, banyak sekali pemain bintang yang menjalani masa buruk saat masih muda. Mereka ditolak mentah-mentah oleh klub akademi dengan berbagai alasan.
Berikut ini, kami akan berusaha mengupas 7 pemain muda yang sempat ditolak saat masih muda dan kini menjadi pemain bintang.
7 Pemain dengan Gol Terbanyak Dalam Satu Tahun Kalender Sepanjang Sejarah
Sejarah sangat banyak mencatat nama pesepakbola yang pernah tercatat, sebagai pencetak gol dengan jumlah terbanyak dalam satu tahun kalender. Siapa saja mereka?
1. Lionel Messi | Tahun : 2012 | Jumlah : 91 gol
2. Gerd Muller | Tahun : 1972 | Jumlah : 85 gol
3. Pele | Tahun : 1958 | Jumlah : 75 gol
4. Romario | Tahun : 2000 | Jumlah : 72 gol
5. Zico | Tahun : 1979 | Jumlah : 70 gol
6. Fernando Peyroteo | Tahun : 1938 | Jumlah : 69 gol
7. Cristiano Ronaldo | Tahun : 2013 | Jumlah : 65 gol
10 Pemain Mahal yang Belum Pernah Debut di Timnas Negaranya
Belum pernah mencatatkan caps di timnas negarannya bukan berarti menjadi garansi seorang pemain mempunyai harga yang murah. Deretan pemain berikut menjadi buktinya. Siapa saja, simak videonya?
7 Pemain Bintang yang Berpindah Klub Hanya dalam Satu Musim
Pada setiap kali bursa transfer dibuka, memang sudah hal yang biasa kita ada pemain yang memutuskan untuk hijrah dari klubnya masing-masing.
Akan tetapi, tak sedikit pemain yang baru menjalankan satu musim bersama klubnya, langsung memutuskan untuk kembali hijrah. Berikut adalah tujuh pemain yang berpindah klub hanya dalam satu musim.
7 Bintang Serie A yang Gagal Total di Premier League
Menjadi bintang di sebuah liga ternama seperti Serie A tak menjamin kesuksesan akan berulang di liga top lainnya, misalnya Premier League. Perbedaan kultur permainan dan kedua negara membuat seorang pemain dengan status bintang di Italia banyak yang gagal meraih pencapaian serupa kala merumput di Inggris.
Di antara tujuh pemain yang mengisi daftar ini, ada beberapa di antaranya yang dibeli dengan mahal, namun produktivitasnya surut di London Barat, hingga mereka yang dipercaya akan menjadi bintang baru, namun malah berakhir dengan minimnya kesempatan bermain yang mengacaukan potensi kebintangannya.
1. Andriy Shevchenko (AC Milan ke Chelsea)
2. Mario Balotelli (Inter ke Man. City, Milan ke Liverpool)
3. Juan Sebastian Veron (Lazio ke Manchester United dan Chelsea)
4. George Weah (AC Milan ke Chelsea dan Manchester City)
7 Pemain yang Lebih Sering Dipinjamkan oleh Klubnya Sendiri
Bersaing masuk starting eleven selalu jadi tugas utama pemain klub, tak peduli jikalaupun dia pemain andalan dan performanya buruk. Jika tak mampu melakukannya, banyak juga pemain muda atau senior yang memilih hengkang: baik dengan opsi pinjaman atau permanen.
Biasanya pemain yang dipinjamkan tersebut tak ingin dilepas klub karena potensinya untuk jadi bintang masa depan, namun jika sang pemain tak juga berkembang kendati dipinjamkan ke banyak klub, mereka bisa saja dilepas. Jadi, siapa saja pemain yang sering dipinjamkan klubnya sendiri?
7. Victor Moses | Klub Saat ini : Chelsea | Loan : 3 Musim oleh Chelsea
6. Sam Johnstone | Klub Saat ini : West Brown | Loan : 10 Musim oleh MU
5. Ryan Bertrand | Klub Saat ini : Southampton | Loan : 7 Musim oleh Chelsea
4. Will Keane | Klub Saat ini : Hull City | Loan : 4 Musim oleh Man United
3. Marko Marin | Klub Saat ini : Olympiacos Piraeus | Loan : 4 Musim oleh Chelsea
2. Joel Campbell | Klub Saat ini : Arsenal | Loan : 6 Musim oleh Arsenal
1. Lucas Piazon | Klub Saat ini : Chelsea | Loan : 5 musim oleh Chelsea
One Man Club adalah julukan kepada pesepakbola yang setia pada satu klub saja dari mulai debut sampai pensiun. Pemain hebat dan terkenal dengan julukan one man club terhitung jarang. Karena rata-rata para pemain hebat kerap pindah klub untuk mencari pengalaman dan mengembangkan gaya permainannya.
Padahal tidak sedikit klub yang berminat untuk meminang pemain tersebut dengan nilai transfer yang fantastis. Nah, siapakah para pemain tersebut? Berikut sepuluh di antaranya.
10. Ledley King di klub Tottenham, 1998-2012 (312 Penampilan)
9. Tony Adams di klub Arsenal, 1983-2003 (350 Penampilan)
8. Carles Puyol di klub Barcelona, 1995-2014 (593 penampilan)
7. Paul Scholes di klub Manchester United, 1994-2014 (718 pertandingan)
6. Giuseppe Bergomi di klub Inter FC, 1980-2000(728 penampilan)
5. Jamie Carragher di klub Liverpool, 1996-2013 (728 penampilan)
4. Francesco Totti di klub AS Roma, 1992 – 2017 (786 penampilan)
3. Paolo Maldini di klub AC Milan, 1985-2009 (902 penampilan)
2. Ryan Giggs di klub Manchester United, 1990-2014 (963 penampilan)
1. Rogério Ceni di klub Sao Paolo FC, 1992-2015 (1.238 pertandingan)
Sepakbola memasuki kegilaan di tingkat baru setelah rekor penjaga gawang termahal pecah dua kali dalam satu bursa transfer musim panas 2018.
Nama terbaru yang duduk di singgasana kiper termahal dalam sejarah sepakbola adalah Kepa Arrizabalaga, yang dibeli Chelsea dari Athletic Bilbao senilai 80 juta euro pada Kamis (9/8), mematahkan rekor Alisson Becker yang dibeli Liverpool yang diresmikan dua pekan sebelumnya.
Lalu bagaimana dengan daftar lengkap 10 kiper termahal sepanjang masa (berdasarkan mata uang Euro)?
Juventus punya kebiasaan unik sejak tahun 2011. Lewat CEO Giuseppe “Beppe” Marotta dan Direktur Olahraga, Fabio Paratici, La Vecchia Signora rutin mendatangkan pemain bintang hasil free transfer hampir di setiap musim, yang jumlahnya mencapai tujuh!
Walaupun didatangkan tanpa biaya sepeserpun, tapi ketujuh pemain ini bukan pemain sembarangan. Mayoritas di antara mereka justru menjadi pemain kunci, baik hingga akhir masa jayanya maupun dengan penjualan ke klub lain yang mendatangkan keuntungan besar.
tonton videonya, untuk mengetahui daftar lengkapnya:
JUVENTUS mendominasi sepakbola Italia dalam kurun enam musim terakhir. Dalam periode tersebut, Bianconeri –julukan Juventus– menjuarai Liga Italia enam musim beruntun. Bahkan dalam tiga musim terakhir, Juventus mengawinkan trofi Liga Italia dan Coppa Italia.
Banyaknya trofi yang diraih dalam enam musim terakhir membuat Juventus telah menyabet 52 gelar mayor semenjak klub asal Kota Turin itu berdiri pada 1897. Namun, koleksi 52 trofi belum membuat Juventus masuk posisi lima besar sebagai klub dengan raihan gelar mayor terbanyak.
Bahkan dua klub teras Liga Inggris, Manchester United dan Liverpool juga tak masuk lima besar. Kedua klub itu total baru mengemas 41 trofi mayor. Trofi mayor di sini meliputi kompetisi domestik (liga dan piala liga), kompetisi antarklub Eropa (Liga Champions dan Liga Eropa) serta Piala Dunia Klub.
Berikut 5 klub dengan koleksi trofi mayor terbanyak, mengutip dari Sportskeeda:
Menjadi pemain terhebat sepanjang masa, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih kalah dari 6 pemain ini dalam hal perolehan trofi.
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah tidak diragukan lagi kehebatannya. Dua wajah ini menjadi pemain sepakbola yang paling berpengaruhi di dunia karena popularitas dan pencapaian karier mereka yang luar biasa.
Siapa sajakah mereka? berikut ini 6 pemain yang dirangkum oleh Sportskeeda :
10 Pembajakan Transfer Terbesar di Sepakbola Eropa
Pembajakan besar di bursa transfer musim panas 2018 terjadi tepat di depan mata. Malcom yang hanya tinggal melakukan tes medis dan teken kontrak bersama AS Roma, dan dengan sangat mengejutkan memalingkan tujuan lalu bergabung menuju Barcelona.
Tapi, Malcom bukan satu-satunya contoh kasus pembajakan transfer terbesar yang pernah terjadi di Eropa. Setidaknya, 10 contoh transfer di bawah ini bisa dimasukkan dalam kategori pembajakan terbesar.
1. Alexis Sanchez | Incaran : Manchester City | Bergabung : Manchester United
2. Willian | Incaran : Tottenham Hotspur | Bergabung : Chelsea
3. Paul Gascoigne | Incaran : Manchester United | Bergabung : Tottenham
4. Dimitar Berbatov | Incaran : Manchester City | Bergabung : Man United
5. David Beckham | Incaran : Barcelona | Bergabung : Real Madrid
6. Obi Mikel | Incaran : Manchester United | Bergabung : Chelsea
7. Ronaldinho | Incaran : Manchester United | Bergabung : Barcelona
8. Pedro Rodriguez | Incaran : Manchester United | Bergabung : Chelsea
9. Malcon | Incaran : AS Roma | Bergabung : Barcelona
10. Jorginho | Incaran : Manchester City | Bergabung : Chelsea
Neymar Jr pemain termahal dunia tak masuk kandidat peraih The Best FIFA 2018. Ironisnya lagi, panelis yang menentukan daftar ini, Brasil bahkan mempunyai wakil lebih banyak dari pada negara lain.
Peraih penghargaan Pemain Terbaik Dunia versi Fifa Tahun 2018 ini akan diumumkan dalam acara The Best FIFA Football Awards yang akan di selenggarakan di London pada tanggal 24 September 2018 nanti.
8 Transfer Paling Aneh yang Pernah Dilakukan Klub Top Eropa
Bursa transfer seringkali menghadirkan cerita yang unik. Unik dalam artian: transfer yang tidak diprediksi atau diduga datangnya, hingga masuk kategori aneh.
Transfer aneh terjadi jikalau satu klub - khususnya klub besar - merekrut pemain yang tidak diduga sebelumnya, plus pemain tersebut sedianya tidak perlu-perlu amat didatangkan. Delapan pemain di bawah ini mungkin bisa jadi contoh transfer aneh tersebut.
8. Lee Grant | Stoke City ke Manchester United
7. Papy Djilobodji | Nantes ke Chelsea
6. Bebe | Vitoria de Guimaraes ke Man United
5. Dong Fangzhuo | Dalian Shide ke Man United
4. Mineiro | Hertha Berlin ke Chelsea
3. Julien Faubert | West Ham United ke Real Madrid
10 Pemain yang Merelakan Nomor Punggungnya kepada Pemain Bintang
Setiap pesepakbola biasanya mempunyai nomor punggung favorit yang selalu digunakannya. Akan tetapi, biasanya para pemain-pemain anyar banyak yang memutuskan menggunakan nomor baru, apabila nomor punggung favoritnya telah dipakai.
Meski begitu, ada beberapa pemain lama yang tidak segan memberikan nomor punggungnya kepada pemain anyar. Biasanya, hjal ini terjadi jika status pemain anyar tersebut adalah bintang utama kluub, sehingga pemain lawas dipaksa mengalah. Berikut beberapa di antaranya.
10. Tomas Ujfalusi ke Burak Yilmaz (Nomor Punggung 17)
9. Ridvan Simsek ke Ricardo Quaresma (Nomor Punggung 7)
8. Aron Johannsson ke Martin Harnik (Nomor Punggung 9)
7. Lewis Cook - Jermain Defoe (Nomor Punggung 18)
6. Ivan Zamorano ke Ronaldo (Nomor Punggung 9)
5. Lucas Perez ke Alexandre Lacazette (Nomor Punggung 9)
4. Anthony Martial ke Zlatan Ibrahimovic (Nomor Punggung 9)
3. Roberto Firmino - Mohamed Salah (Nomor Punggung 11)
2. Javier Pastore ke Neymar (Nomor Punggung 10)
1. Juan Cuadrado ke Cristiano Ronaldo (Nomor Punggung 7)
Ronaldo Effect: Juventus Raih Rp 923 Miliar Sehari dari Jersey CR7
Juventus langsung merasakan efek dari kedatangan Cristiano Ronaldo. Jersey CR7 laris manis banyak diburu oleh para pendukung klub.
Juventus meresmikan transfer Ronaldo, Selasa (10/7/2018) waktu setempat. Bianconeri mengeluarkan dana 100 juta euro untuk menebus Ronaldo dari Real Madrid.
Pemain 33 tahun itu dikabarkan digaji mencapai 30 juta euro permusimnya. Ronaldo diikat dengan durasi selama rmpat tahun.
Seperti dikabarkan Yahoo Sport, jersey nomor 7 Ronaldo laku keras baik dalam online maupun atau langsung ke toko resmi klub asal Turin itu.
Jersey Juventus dengan nama dan nomor punggung Ronaldo terjual 520 ribu buah. Dengan harga satu jersey senilai 105 euro atau Rp 1,8 juta.
Juventus sudah mendapatkan 55 juta euro atau Rp 923 miliar hanya dari satu hari penjualan jersey Ronaldo.
Tak hanya dari penjualan jersey, Juve pun kebanjiran pengikut baru di media sosial. Menurut sebuah radio, BrilaFM, yang dilansir dari Sportbible.
Juventus mendapatkan 3 juta pengikut baru dari tiga media sosial sejak Ronaldo bergabung. Rinciannya, 1,4 juta dari Instagram, 1,1 juta dari Twitter, dan 500 ribu lainnya pengikut di Facebook.
Survei: Mbappe Favorit Fan Madrid Gantikan Ronaldo
Piala Dunia 2018 ternyata berpengaruh signifikan kepada pendukung Real Madrid yang kehilangan Cristiano Ronaldo. Penampilan cemerlang Kylian Mbappe bersama timnas Prancis di Rusia membuatnya menjadi pilihan favorit fan Madrid untuk menggantikan CR7.
Dalam survei yang digelar Marca, nama Mbappe paling banyak dipilih. Sebanyak 54 persen fan Madrid menginginkannya merapat ke Santiago Bernabeu.
Padahal, nama Mbappe sebelumnya bukanlah favorit. Rekan Mbappe di Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, lebih disukai. Akan tetapi, Neymar tak berdaya mengangkat prestasi Brasil di Piala Dunia 2018. Kiprah Neymar ini ternyata menurunkan popularitasnya. Ia hanya mendapatkan 14 persen suara.
Suara untuk Neymar masih kalah dari Eden Hazard yang membawa Belgia ke semifinal Piala Dunia 2018. Hazard mendapatkan 15 persen suara.
Pemain lain yang juga menyita perhatian pendukung Los Blancos adalah Harry Kane. Striker Tottenham Hotspur ini membawa Inggris ke empat besar Piala Dunia 2018 dan masih punya peluang menuju final. Sebanyak 10 persen pendukung Madrid yang mengikuti survei Marca ingin Kane memimpin lini serang Los Merengues.
Sementara enam persen sisa suara terbagi kepada sejumlah pemain yang tidak disebutkan namanya. Sebelum survei ini muncul, Mbappe dimintai tanggapannya tentang anggapan ia akan menjadi suksesor Ronaldo meraih trofi-trofi bergengsi di pentas sepak bola Eropa dan dunia. Ia mengaku tak memikirkan itu.
"Saya hanya memikirkan Piala Dunia. Saya ingin tidur dengan itu," kata Mbappe.
Madrid sendiri memiliki peluang besar mendapatkan Kylian Mbappe. Sebab, Les Parisiens –julukan PSG– wajib menjual salah satu pemain bintang mereka. Hal itu dilakukan PSG agar mereka tidak melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) yang diterapkan UEFA.
Dikutip Marca, jurnalis Prancis Baptiste Ripart menulis di akun Twitter-nya jika Madrid dan PSG sudah sepakat soal harga Mbappe. "Real Madrid sepakat di harga 272 juta euro untuk Mbappe. Mereka akan mencicilnya empat kali pembayaran," cuit Ripart.
Mbappe memang diminati Madrid sejak musim lalu. Namun striker 19 tahun itu memilih bergabung ke PSG sebagai pemain pinjaman dari AS Monaco--dengan opsi pembeliannya mencapai 190 juta euro.
Meski Mbappe baru berusia 19 tahun, skill permainan penyerang berkepala plontos itu layaknya pesepakbola yang berada pada usia emas. Bersama PSG di Liga Prancis 2017-2018, Mbappe mengemas 13 gol dan delapan assist.
Permainan gemilang juga ditunjukkan Mbappe di Piala Dunia 2018 bersama Timnas Prancis. Dari enam penampilan, ia mengemas tiga gol. Gol-gol Mbappe selalu berperan besar atas kemenangan Prancis. Ia mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Prancis atas Peru, serta mengemas brace (dua gol) saat Prancis membungkam Argentina 4-3 di 16 besar.
Cristiano Ronaldo akhirnya resmi meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan raksasa Serie A Italia, Juventus. Kepastian itu diumumkan langsung melalui laman resmi Madrid. Los Blancos menekankan bahwa transfer ini terjadi karena keinginan Ronaldo sendiri.
"Real Madrid menyatakan bahwa sesuai dengan keinginan Ronaldo, dia telah menyepakati transfer ke Juventus." demikian pernyataan Real Madrid. Upah Ronaldo ketika merumput di Allianz Stadium senilai Rp 9.5 Milyar per pekan, selama empat musim ke depan.
Nyonya Tua harus merogoh kocek Rp 1.8 Triliun untuk mendapatkan jasa kapten timnas Portugal tersebut. Ronaldo sendiri saat ini tengah berlibur dengan keluarganya di Yunani.
Memperkuat Madrid sejak 2009, pemain terbaik dunia lima kali ini menjelma sebagai top skor sepanjang masa Los Merengues dengan 451 gol. Total 16 gelar yang berhasil direbut Ronaldo, termasuk empat gelar Liga Champions.
Kabarnya, untuk menggantikan peran Ronaldo Real Madrid tengah mengincar Eden Hazard milik Chelsea, serta bomber Paris Saint Germain, Neymar, untuk menggantikan pos peninggalan CR-7.
CRISTIANO Ronaldo menyatakan sendiri terima kasihnya untuk Real Madrid yang selama sembilan tahun bersama sejak 2009. Ya, Ronaldo akhirnya harus menanggalkan jersey putih-putihnya dan segera mengenakan kaos hitam putih milik Juventus.
Ini setelah pemain berusia 33 tahun itu resmi keluar dari Real Madrid dengan kesepakatan transfer 100 juta Euro. The Guardian melansir, Ronaldo dan agennya Jorge Mendes, bertemu petinggi Juventus, Andrea Agnelli, di Yunani pada hari Selasa untuk membahas rincian akhir dari kesepakatan itu.
Ronaldo menandatangani kontrak empat tahun dengan gaji tahunan sekira 30 juta Euro di Juventus.
“Saya hanya memiliki perasaan terima kasih yang sangat besar untuk klub ini dan untuk kota ini,” tulis Ronaldo dalam sebuah surat terbuka kepada penggemar Real Madrid.
“Saya memiliki sembilan tahun yang benar-benar luar biasa di klub,” lanjutnya.
“Real Madrid telah menaklukkan hati saya, dan keluarga saya, dan itulah mengapa saya ingin mengucapkan terima kasih kepada klub, presiden, direktur, kolega saya, semua staf, dokter, physios dan orang luar biasa di Real Madrid,” ungkapnya.
Pemain berjuluk CR7 ini menuntaskan suratnya dengan mengatakan: “Terima kasih kepada semua orang dan, tentu saja, seperti yang saya katakan pertama kali di stadion kami sembilan tahun yang lalu: Hala Madrid!”
Hasil minor yang didapat Timnas Spanyol digelaran Piala Dunia 2018 membuat kursi kepelatihan Fernando Hierro goyah. Puncaknya beberapa saat lalu Hierro yang sempat ditawari memperpanjang kontrak enggan menerimanya.
Sebagaimana diketahui, Spanyol sejatinya diunggulkan sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2018. Akan tetapi kiprah La Furia Roja –julukan Spanyol– justru terhenti di babak 16 Besar Piala Dunia 2018 usai disingkirkan tim tuan rumah, Rusia, melalui drama adu penalti.
Karena kegagalan tersebutlah Hierro akhirnya memutuskan untuk tak memperpanjang kontraknya sebagai pelatih Spanyol. Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) memutuskan untuk menunjuk mantan juru taktik Barcelona, Luis Enrique, sebagai pelatih anyar mereka.
Pengumuman ditunjukknya Enrique sebagai pelatih Spanyol diumumkan langsung melalui akun Twitter mereka beberapa saat lalu. Bersama Spanyol, Enrique diikat kontrak berdurasi untuk dua tahun ke depan.
Ditunjukknya Enrique sebagai pelatih Spanyol memang tidak terlalu mengejutkan, mengingat kiprahnya sebagai juru taktik memang cukup menjanjikan. Enrique sempat mempersembahkan dua trofi Liga Spanyol, tiga gelar Copa del Rey, satu titel Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.
Melatih Spanyol menandai comeback Enrique setelah meninggalkan Barcelona di 2017. Selama tiga musim bersama Barca, Enrique memimpin klub menjuarai dua La Liga, tiga Copa del Rey, dan satu Liga Champions. Termasuk raihan treble kedua Los Cules di musim 2014/15.
Selain itu Enrique, yang pernah mengarsiteki Celta Vigo dan AS Roma, juga membantu Barca menyabet Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
Enrique bukan satu-satunya kandidat pelatih Spanyol. Badan Sepakbola Spanyol (RFEF) sempat mempertimbangkan Quique Sanchez Flores dan Michel untuk menangani David de Gea cs namun akhirnya Enrique dianggap sebagai opsi yang terbaik.
Kini, Enrique ditantang untuk mengembalikan Spanyol ke level teratas. Menyusul kegagalan di Piala Dunia 2014 (fase grup), Piala Eropa 2016 (perempatfinal), dan Piala Dunia 2018. Demikian dilansir Marca.
10 Pemain 'Asing' yang Sukses Meraih Popularitas di Piala Dunia 2018
Piala Dunia 2018 sudah mencapai fase semifinal. Bagi pemandu bakat klub-klub top Eropa, Piala Dunia menjadi etalase yang tepat untuk melihat pemain-pemain, yang mungkin, namanya cukup 'asing' karena tidak populer sebelumnya. Pemain seperti ini harganya bisa melambung tinggi jika tampil bagus di Piala Dunia.
Sampai saat ini, setidaknya ada sepuluh pemain 'asing' yang sukses menaikkan popularitas mereka di Rusia, Siapa saja?
10. Ludwig Augustinsson - SV Werder Bremen | swedia
Kami menyusun daftar sebelas tim yang melengkapi formasi 3-1-4-2 berisi para pemain yang gagal menjawab ekspektasi tinggi di ajang sebesar Piala Dunia. Tujuannya, bukan menuding kesalahan atau mencari sensasi. Melainkan sebuah evaluasi, bahwa kegagalan dan keberhasilan hanya dibedakan oleh garis yang sangat tipis. Dan, nama besar tidak banyak berarti...
Persaingan di Piala Dunia 2018 berlangsung lebih ketat dan penuh kejutan. Tim-tim sekaliber Jerman, Argentina, Portugal, hingga Spanyol, berguguran. Publik tidak akan melihat lagi sosok dua pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, karena keduanya gugur bersama dengan timnasnya masing-masing.
Penampilan keduanya tahun ini tidak bisa dimasukkan kategori hebat. Messi baru mencetak satu gol dan memperlihatkan talenta besar yang dimilikinya. Ronaldo memang sedikit lebih baik dengan torehan empat gol, tapi, dia tidak mampu berbuat banyak saat ditekuk 1-2 oleh Uruguay di 16 besar.
Sejauh ini, ada lima pemain dengan peruntungan yang lebih baik dan bermain lebih baik dibanding Ronaldo dan Messi. Siapa saja?
5. Neymar | Negara : Brazil | Gol saat ini : 2
4. Kylian Mbappe | Negara : Prancis | Gol saat ini : 3
3. Luka Modric | Negara : Kroasia | Gol saat ini : 2
2. Harry Kane | Negara : Inggris | Gol saat ini : 5
1. Romelu Lukaku | Negara : Belgia | Gol saat ini : 4
Para Penggawa Terlupakan dari Negara Pemenang Piala Dunia
Kesuksesan menjuarai Piala Dunia bukanlah hal yang gampang. Sebuah tim memerlukan sinergi dari para pemain dan pelatih untuk melewati berbagai perjuangan berat. Maka, para pemain yang berkontribusi memenangkan trofi emas tersebut biasanya dianggap sebagai pahlawan nasional. Namun, beberapa nama di bawah ini cenderung terlupakan meski menjadi bagian skuat yang tampil di podium juara Piala Dunia:
10 Pemain Top Bersama Tim Terbaik Tanpa Gelar Piala Dunia
Lima Ballon d’Or masing-masing sudah digapai Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, namun kedua megabintang ini belum pernah mencicipi gelar Piala Dunia bersama negaranya. Selain mereka, siapa saja pemain terbaik sepanjang masa yang tanpa koleksi trofi Piala Dunia? Simak daftarnya berikut ini.
10. Michel Platini - Prancis
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Peringkat Ketiga (1986)
9. Paolo Maldini - Italia
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Runner-up (1994)
8. Zico - Brasil
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Peringkat Ketiga (1978)
7. Marco van Basten - Belanda
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Babak 16 Besar (1990)
6. Eusebio - Portugal
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Peringkat Ketiga (1966)
5. Ferenc Puskas - Hongaria
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Runner-up (1954)
4. Alfredo Di Stefano - Argentina, Kolombia, Spanyol
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Tak pernah tampil
3. Johan Cruyff - Belanda
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Runner-up (1974)
2. Cristiano Ronaldo - Portugal
Prestasi Terbaik di Piala Dunia: Peringkat Keempat (2006)
Berbagai insiden selalu mewarnai Piala Dunia termasuk permainan keras yang berujung insiden tidak sportif meski berstatus pemain profesional. Sejauh ini ada beberapa insiden tak sportif di Piala Dunia dan berikut lima di antaranya.
1. Ludahan Frank Rijkaard | Jerman Barat VS Belanda | Piala Dunia 1990
2. Gol Tangan Tuhan | Argentina VS Inggris | Piala Dunia 1986
3. Handball Suarez | Uruguay VS Ghana | Piala Dunia 2010
4. Diving Rivaldo | Brazil VS Turkey | Piala Dunia 2002
5. Diving Bilic | Perancis VS Kroasia | Piala Dunia 1998
Pada Maret lalu, Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) menyetujui penggunaan Video Assistant Referees (VAR) untuk seluruh pertandingan Piala Dunia 2018. Seperti namanya, VAR merupakan pembantu wasit. Tetapi, mereka tidak turun ke lapangan. Mereka akan memantau pertandingan melalui video.
Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) menyebutkan 33 kamera yang terpasang di 12 stadion di Rusia, negara penyelenggara Piala Dunia 2018, siap memantau gerak-gerik pemain serta pergerakan bola. Sebanyak 8 di antaranya adalah kamera tipe super-slow motion, sementara 4 lainnya adalah kamera tipe ultra-show motion.
Apa Saja Tugas VAR?
IFAB, lembaga internasional yang berwenang membuat aturan dalam pertandingan sepakbola, menyebutkan video pertandingan yang dipantau VAR tidak dimaksudkan agar wasit mengambil semua keputusan dalam suatu pertandingan berdasarkan saran VAR. Namun, VAR hanya akan membantu wasit mengambil keputusan yang menyangkut momen penting pengubah jalannya pertandingan, yakni gol, penalti, kartu merah langsung (bukan akumulasi 2 kartu kuning), dan kekeliruan identitas pemain yang diberi sanksi wasit.
Untuk meminta bantuan VAR, wasit akan memperagakan isyarat peninjauan VAR, yakni dengan menggerakkan kedua lengannya membentuk gestur persegi panjang laiknya bentuk layar monitor besar. Jika wasit memperagakan isyarat itu, pertandingan dihentikan.
Kemudian, si wasit bakal pergi ke tepi lapangan, menuju sebuah monitor yang menampilkan rekaman video yang dikirim VAR. Setelah melihat itu, wasit bisa meninjau bahkan mengubah keputusan yang telah dia ambil.
Selain memberikan saran apabila diminta wasit, VAR juga diperbolehkan memohon kepada wasit untuk meminta mereka meninjau kejanggalan yang mereka temukan selama pertandingan.
FIFA sendiri juga telah mengembangkan sistem informasi VAR untuk stasiun televisi, komentator, dan media massa guna memastikan semua penonton di stadion dan pemirsa televisi mendapat informasi dengan baik selama peninjauan tersebut. Saat keputusan wasit berdasarkan saran VAR dibuat, petugas FIFA akan menginformasikan alasan dan hasil peninjauan VAR melalui sebuah tablet elektronik yang kemudian terhubung dengan sistem komunikasi audio wasit dan rekaman video yang ditinjau VAR.
FIFA telah memilih 13 wasit yang secara khusus akan menjadi VAR di Piala Dunia 2018. Satu orang VAR didampingi tiga asisten VAR akan menyertai setiap pertandingan di Piala Dunia 2018. Keempat orang itu akan bekerja di sebuah ruang yang disebut video operation room (VOR) yang berlokasi di International Broadcast Centre (IBC), Moskow.
Mencegah Kekeliruan Supaya Adil
Wasit juga manusia. Banyak bukti menunjukkan bahwa tak semua keputusan yang dia buat nihil kekeliruan dan kapasitas fisiknya sebagai manusia juga punya keterbatasan dalam memimpin sebuah pertandingan 2x45 menit di atas lapangan berukuran 100 m x 110 m tersebut.
Eks wasit asal Italia, Pierluigi Collina, mengakui tafsiran wasit atas suatu insiden—misalnya, gol dan pelanggaran kontroversial—amatlah penting. Menurut laki-laki yang kini menjabat kepada wasit UEFA tersebut, akan selalu ada insiden dalam pertandingan sepakbola dan wasit harus mengambil keputusan saat itu meskipun kelak menimbulkan polemik.
Salah satu gol paling legendaris yang pernah dicetak sepanjang sejarah Piala Dunia menunjukkan bahwa keterbatasan wasit memang nyata adanya: gol tangan tuhan Diego Armando Maradona, pemain Argentina, ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986.
"Aku menunggu teman satu timku memelukku, tapi tidak ada satu orang pun datang. Lalu, aku berkata kepada mereka 'Datang peluk aku, atau wasit tidak akan mengesahkan (gol) tersebut,'" ujar Maradona, seperti dilansir ESPNFC.
Sebelum Maradona mencetak skor, kedudukan skor Argentina-Inggris imbang 0-0. Saat Maradona menyundul bola dengan tangannya, wasit Ali Bin Nasser tidak melihatnya, dan tentu saja tidak menganulir gol.
Kontroversi pun muncul saat wasit Kim Young Joo memberikan kartu merah kepada Hakan Unsal, pemain Turki, saat melawan Brazil pada penyisihan Piala Dunia 2002. Pangkal keputusan itu ialah Unsal ingin memberikan bola kepada Rivaldo yang akan mengambil tendangan pojok. Unsal menendang bola itu dan mengenai lutut Rivaldo. Lalu, Rivaldo tersungkur sambil menutup matanya, seolah merasakan sakit yang amat parah di kepalanya. Belakangan, Rivaldo mengakui bahwa rasa sakitnya itu tipu-tipu belaka.
“Tidak, bola tidak mengenai wajah saya, tetapi pemain Turki itu seharusnya tidak melakukan itu. Jadi, bola menyentuh kakiku dan bukan kepalaku," ujar Rivaldo
Sepanjang sejarah Piala Dunia, VAR baru akan digunakan pertama kali pada 2018 ini. Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan kepada CNN bahwa penerapan VAR akan membawa lebih banyak keadilan.
"Topik (VAR) ini dibicarakan dan diperdebatkan berpuluh-puluh tahun. VAR baik bagi sepakbola, baik bagi wasit, membawa lebih banyak keadilan dalam pertandingan dan karena itulah kami memutuskan untuk menerapkan VAR," ujar Infantino.
Sebelumnya, VAR telah digunakan berbagai liga, seperti Serie A Italia, Bundesliga Jerman, Major League Soccer Amerika Serikat, Primera Liga Portugal, K League Korea Selatan, dan A-League Australia.
Selain VAR, Piala Dunia 2018 juga menerapkan goal-line technology (GLT) yang pertama kali diterapkan pada Piala Dunia 2014. Salah satu pemicu diterapkannya GLT adalah insiden pada pertandingan perempat final Piala Dunia 2010 ketika wasit dan asistennya gagal melihat bahwa tendangan Frank Lampard, pemain Inggris, terhitung sebagai gol di gawang Jerman.
Panitia Piala Dunia 2018 menggandeng perusahaan teknologi olahraga Hawk-Eye Innovations untuk mengerjakan GLT. Sedangkan VAR dikerjakan Crescent Comms (audio) dan Hawk-Eye Innovations (video).
Salah satu posisi paling vital dalam permainan sepakbola adalah bek tengah. Hampir mirip dengan penjaga gawang, mereka yang bertugas mengawal pertahanan harus memiliki kecakapan yang mumpuni untuk menghindari sang kiper berhadapan langsung dengan striker lawan.
Mereka bisa menjauhkan tim dari tekanan dan membantu menjaga clean sheet. Tapi di era sepakbola modern, bek sentral harus memiliki visi permainan yang bisa membantu penyerangan. Mereka dituntut untuk bisa membangun permainan dari lini terbawah.
Tapi ketika Anda disatukan dengan pemain lain agar membentuk duet sempurna di jantung pertahanan, tentu saja tak akan mudah. Perlu keahlian, keterikatan dan kombinasi ciamik untuk menciptakan pertahanan yang solid. Berikut Sepakbola.com pilihkan lima duet bek tengah tangguh yang menghiasi Piala Dunia 2018.
Fernando Hierro Resmi Gantikan Julen Lopetegui Jadi Pelatih Spanyol
Hierro secara resmi ditunjuk oleh Asosiasi Sepakbola Spanyol sebagai pelatih baru timnas. Pria 50 tahun itu ditunjuk untuk menggantikan Julen Lopetegui yang dipecat mendadak beberapa jam lalu karena menerima pinangan Real Madrid, Rabu (13/6/2018).
Kehadiran pemain muda memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan, baik saat kompetisi di level klub maupun saat turnamen antar negara seperti Piala Dunia tengah berlangsung.
Kini menjelang Piala Dunia yang akan dimulai pada 14 Juni mendatang, kami akan mencoba untuk membahas tujuh sosok yang terpilih sebagai pemain termuda sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut.
Siapa sajakah pemain yang masuk dalam daftar ini? Berikut penjabarannya.
7. Christian Eriksen | Denmark | 18 tahun 4 bulan
6. Manuel Rosas | Meksiko | 18 tahun 12 hari
5. Carvalho Leite | Brasil | 18 tahun 25 hari
4. Bartholomew Ogbeche | Nigeria | 17 tahun 8 bulan
3. Pele | Brasil | 17 tahun 7 BUlan
2. Samuel Eto'o | Kamerun | 17 tahun 3 bulan
1. Norman Whiteside | Irlandia Utara | 17 tahun dan 41 hari
Lima Kandidat Penerus Takhta Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah berbagi gelar pemain terbaik dunia dalam 10 tahun terakhir. Tetapi, siapa penerus gelar sekaligus pemutus dominasi keduanya?
Dikutip laman resmi FIFA, Minggu (10/6/2018) terdapat lima pemain yang terlihat berpeluang merebut trofi Ballon d'Or. Kelima pemain dianggap berpeluang menjadi pemain terbaik dunia di masa yang akan datang.
Mereka dianggap memiliki kapasitas sesuai dengan posisi masing-masing di lapangan hijau. Uniknya, menurut FIFA, tiga dari lima kandidat tersebut bermain di Liga Inggris. Sementara dari Liga Spanyol sendiri tidak ada.
Padahal, persaingan dua pesepak bola terbaik dunia dalam dekade terakhir lahir dari klub yang berkompetisi di Liga Spanyol. Dua lain bermain untuk satu klub, yakni Paris Saint Germain (PSG) yang merumput di Ligue 1.
Piala Dunia 2018 akan berlangsung dalam hitungan hari di Rusia. 32 kontestan siap beraksi untuk menjadi yang terbaik atau setidaknya, beberapa timnas hanya berharap mampu bertahan selama mungkin di turnamen yang diadakan empat tahun sekali.
Di antara negara-negara yang akan bermain di Piala Dunia, lima negara di antaranya cenderung mengandalkan satu pemain bintang - one man team. Berikut negara-negara tersebut.
Skuat resmi 32 tim peserta Piala Dunia 2018 secara resmi telah dirilis pada Senin (4/6/2018). Ada beberapa fakta menarik dari deretan pemain yang akan berkiprah di Rusia 2018 nanti. Di antaranya menyangkut Essam El-Hadary, kiper timnas Mesir, dan Xherdan Shaqiri, winger timnas Swiss.
Berikut ini, kami sajikan 7 fakta menarik terkait pemain-pemain yang akan meramaikan gelaran Piala Dunia 2018.
Pemain Tertua: Essam El-Hadary
Pemain Termuda: Daniel Arzani
Pemain Terberat: Roman Torres
Pemain Teringan: Takashi Inui
Pemain Tertinggi: Lovre Kalinic
Pemain Terpendek: Alberto Quintero, Yahya Al-Shehri, Xherdan Shaqiri
Dalam sejarah sepakbola, tak banyak pemain yang pernah meraih banyak penghargaan dalam karier sepakbolanya. Setiap pesepakbola tentunya ingin mendapatkan beberapa gelar penting dalam kariernya seperti trofi Ballon d’Or, Piala Dunia, dan Liga Champions.
Ketiga trofi itu terbilang sebagai penghargaan tertinggi bagi setiap pemain didalam dunia sepakbola. Setiap pesepakbola diberbagai negara diyakini ingin memenangkan gelar bergengsi tersebut. Percaya atau tidak, nyatanya hanya ada beberapa pesepakbola yang pernah berhasil meraih ketiga gelar bergengsi tersebut.
Lantas, siapa sajakah pesepakbola yang pernah berhasil meraih ketiga gelar bergengsi tersebut? Dan, mungkinkah akan ada pemain baru yang menambah jumlah para legenda yang pernah memenangkan ketiga trofi ini, dengan menjuarai Piala Dunia 2018 mendatang?
Berikut rangkuman para pemain yang pernah berhasil meraih trofi Liga Champions, Ballon d’Or, dan Piala Dunia.
Beberapa negara bertradisi sangat kuat dan tim nasional yang pantas masuk kategori top harus harus melewatkan putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia lantaran gagal melewati babak kualifikasi. Tim mana saja?
10. KAMERUN | zona : Afrika (CAF) | Peringkat Fifa : 50
9. WALES | zona : Eropa (UEFA) | Peringkat Fifa : 21
8. AMERIKA SERIKAT | Zona : Amerika Utara (CONCACAF) | Peringkat Fifa : 24
7. REPUBLIK IRLANDIA |zona : Eropa (UEFA) | Peringkat Fifa : 31
6. YUNANI | zona : Eropa (UEFA) | Peringkat Fifa : 44
5. GHANA | zona : Afrika (CAF) | Peringkat Fifa : 50
4. BOSNIA & HERZEGOVINA | Zona : Eropa (UEFA) | Peringkat Fifa : 41
3. CILE | zona Amerika Selatan (CONMEBOL) | Peringkat Fifa : 9
2. BELANDA | Zona : Eropa (UEFA) | Peringkat Fifa : 19
1. ITALIA | Zona : Eropa (UEFA) | Peringkat Fifa : 20
Salah satu faktor utama para pemain hebat dunia tak ingin meninggalkan kampung halamannya dan bermain di Eropa adalah karena mereka merasa tidak perlu membuktikan diri untuk menunjukkan kualitasnya dalam memainkan si kulit bundar. Berikut 5 pesepak bola berstatus legenda yang tidak pernah merasakan kompetisi Eropa: