Timothy Weah Anak Legenda dan Presiden Liberia yang lebih Memilih Negara Lain
Wah kalau hal ini terjadi di negeri ini bagaimana ya, jangankan main untuk negara lain, main untuk klub negara tetangga saja di cap tak nasionalis. Apalagi anak presiden bisa jadi bahan serangan politik untuk sang ayah, maklum saja politik di Indonesia selalu menghalalkan segala cara. Dengan kata-kata " Tidak Nasionalisme"
Istilah ‘supersub’ muncul pada sekitar tahun 1960-an. Pada saat itu, tim-tim sepak bola mulai mengembangkan strategi yang memanfaatkan kelebihan para pemain mereka yang mengisi bangku cadangan. Sejak saat itu, para supersub telah menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan sepak bola. Sering sekali para pemain pengganti atau Substitute yang duduk dibangku cadangan dan berposisi sebagai penyerang berhasil membobol gawang lawan atau menyumbang asisst yang menentukan hasil pertandingan.
Berikut ini beberapa supersub terbaik menurut kami:
Dahulu, pernah ada pesepakbola legendaris asal Republik Ceska, Jan Koller, yang pernah memperkuat Anderlecht, Borussia Dortmund, dan AS Monaco. Koller memiliki tinggi badan 2,02 meter serta tubuh yang tegap, hingga ia menjadi sosok yang pas untuk memerankan tugas sebagai target man di lini depan.
Eksistensi mereka dalam dunia sepak bola membuktikan, bahwa postur tubuh tinggi tidak melulu identik dengan bola basket. Keunggulan itu bisa dijadikan kekuatan dalam perannya masing-masing. Selain Koller, berikut nama-nama lain yang memiliki tubuh jangkung.
Dalam dunia olahraga, termasuk sepak bola, tes doping merupakan hal yang rutin dilakukan, terutama setelah pertandingan. Hal tersebut untuk memastikan bahwa kondisi seorang pemain benar-benar murni tanpa pengaruh zat-zat tertentu yang mampu memengaruhi kualitas performanya.
Beberapa pemain cukup sadar akan kondisi ini, sebab sekali saja mereka gagal lolos tes, maka perjalanan karier mereka bisa terancam. Contohnya saja Andrea Pirlo, yang konon saat ingin meminum aspirin pun ia akan menelepon dokternya lebih dulu. Namun, tak semuanya bersikap disiplin seperti itu. Akibatnya, kita seringkali menemui kasus di mana seorang pemain terbukti mengonsumsi zat-zat yang dilarang ada dalam tubuh pesepak bola, baik disengaja maupun tidak.
Yang terbaru, badan antidoping di Italia baru saja menjatuhkan hukuman larangan bermain kepada gelandang Cagliari asal Brasil, Joao Pedro, pada 9 Maret lalu. Pedro gagal dalam tes doping seusai laga melawan Sassuolo pada 11 Februari lalu karena tubuhnya mengandung zat diuretic hydrochlorothiazide, sejenis obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi yang dilarang dalam dunia olahraga.
Kasus Pedro ini semakin menambah panjang daftar pesepak bola yang pernah mengalami gagal tes doping. Parahnya lagi, tak hanya pemain kelas medioker, namun sederetan pemain ternama pun pernah terjerat masalah ini. Berikut ini adalah beberapa kasus yang cukup menyita perhatian publik:
Berita menggemparkan datang dari Spanyol. Salah satu pemain Getafe, klub La Liga, yaitu Mathieu Flamini, diketahui memiliki kekayaaan yang luar biasa. Bahkan mengalahkan megabintang lapangan hijau, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Seperti dikutip dari El Confidencial, Mathieu Flamini, 33 tahun, memiliki kekayaan mencapai 30 miliar euro atau sekitar Rp 501 triliun! Uang itu jika dipakai untuk membeli salah satu klub terkaya di dunia, Real Madrid, masih sisa 1 miliar euro! Harga Real Madrid bila dijual memang mencapai 29 miliar euro.
Bermain di Piala Dunia adalah harapan semua pesepakbola karena ajang tersebut hanya dilaksanakan selama empat tahun sekali. Maka dari itu, para pemain harus bisa menunjukkan performa terbaiknya di klubnya masing-masing guna bisa masuk ke dalam skuat di ajang ini.
Namun, masih banyak pemain yang terlihat kansnya sangat minim untuk bisa bermain di ajang Piala Dunia karena negaranya sulit untuk lolos ke Piala Dunia ataupun persaingan di negaranya sangat ketat.
Melihat hal itu, berikut adalah tujuh pemain yang bisa pindah kewarganegaraan untuk bermain di Piala Dunia 2018 Rusia:
Nilai pasar adalah angka yang digunakan untuk menentukan harga di mana suatu hal dapat diperjual belikan dalam pasar tertentu. Konsep ini juga berlaku dalam sepak bola, baik bagi sebuah klub maupun pemain yang ada di dalam olahraga ini.
Peningkatan nilai pasar seorang pemain sepak bola merupakan bukti dari performa konsisten yang ditunjukkan oleh seorang pemain dalam rentang waktu tertentu.
Berikut adalah sepuluh pemain dengan peningkatan nilai pasar tertinggi sejak September 2018 sampai pertengahan Maret 2018 menurut data dari CIES.
Manchester United kembali dihujani kritik setelah disingkirkan Sevilla dari Liga Champions, menyusul kekalahan mereka di kandang sendiri pada leg kedua 16 besar Liga Champions dengan skor 1-2 (0-0) pada Rabu (14/3) dini hari WIB.
Pada laga tersebut, MU yang harusnya dominan di kandang sendiri justru tampil pasif dan memanfaatkan serangan balik untuk mencuri gol. Namun, karena Sevilla tampil agresif, MU pun tak berdaya dan harus menyerah di tangan tim asuhan Vincenzo Montella itu.
Mourinho menyiapkan United dengan pendekatan yang sama seperti melawan Liverpool. Mereka berharap Sevilla mengincar gol cepat dengan terus menekan sejak awal pertandingan. Sementara itu United memfokuskan lini pertahanan yang rapat sambil menyerang melalui serangan balik.
Penampilan MU itu pun menyulut kritik dari legenda Liverpool, Graeme Souness, yang menyebut bahwa salah satu tim terbaik dan terbesar di dunia harusnya tidak pantas menerapkan taktik seperti itu.
"Mereka tidak memainkan tempo yang cukup untuk menyerang dan merepotkan Sevilla, tidak sampai gol pertama lawan," ujar Souness dikutip dari tribalfootball. "Yang kita bicarakan ini Manchester United. Manchester United - salah satu tim terbesar di dunia - memainkan taktik pasif seperti itu."
"Mereka bermain tanpa imajinasi, hanya melambungkan bola ke penyerang tengah yang jangkung. Benar-benar tidak cukup bagus," pungkasnya.
Liga teratas dalam sepak bola sebuah negara memiliki tingkat kompetitif yang berbeda dengan tingkatan di bawahnya, dan bertahan dalam tingkat tertinggi tersebut dalam waktu yang lama juga dapat dianggap sebagai prestasi tersendiri, terutama apabila klub yang bersangkutan tidak pernah terdegradasi ke divisi di bawahnya.
Berikut adalah enam klub dari lima liga top Eropa yang belum pernah mengalami degradasi sepanjang sejarah mereka.
Nama punggung, jadi salah satu elemen penting dalam kostum seorang pemain bola. Fungsinya lebih untuk menunjukan identitas sang pemain, agar tidak tertukar manggil mereka di lapangan. Tapi berbeda halnya dengan beberapa pesepak bola ini, yang memakai nama julukan mereka sampai terkenal di dunia:
Bermain untuk sebuah klub dalam durasi yang lama bukanlah hal yang mudah bagi seorang pemain sepakbola. Seiring umur yang semakin bertambah, tak jarang sang pemain harus beradaptasi dengan kondisi fisik dan gaya bermain agar tetap bisa bersaing dengan para pemain yang lebih muda dan tetap diandalkan oleh klub.
Meski begitu, masih ada pemain yang menunjukkan bahwa loyalitas belumlah hilang dari dunia sepakbola modern. Di usia yang tak lagi muda dan memasuki penghujung karier, mereka masih mampu menjadi bagian dari klub yang membesarkan nama mereka, bahkan sebagian masih menjadi andalan dan ikon klub.
Berikut ini adalah deretan pemain di liga-liga top Eropa dengan masa bakti terlama bersama satu klub:
Catatan: Daftar ini hanya memuat para pemain yang masih aktif terdaftar sebagai anggota klub di musim 2017/2018
Pada 6 Maret 2018 lalu, Klub raksasa Spanyol Real Madrid, dan salah satu klub terbaik di dunia tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-116.
Dengan usia yang telah menginjak 116 tahun, dan sudah berhasil menjuarai berbagai macam gelar bergengsi, Madrid dinilai sudah banyak melahirkan pemain-pemain yang melegenda di setiap dekadenya.
Maka dari itu, berikut adalah 6 Pemain Real Madrid Terbaik Sepanjang Masa:
Pesepakbola berkaki kiri atau kidal selalu menjadi istimewa. Selan kidal, mereka juga punya kaki kanan yang cukup stabil. Penyerang Barcelona Messi, contohnya.
Selain Leo Messi, selama dua dekade tentunya, kita telah disajikan aksi impresif pemain yang kaki kirinya mengerikan. Sebut saja Raul Gonzalez, Arjen Robben, David Silva dan Gareth Bale dan Pesepakbola terkenal lainnya yang terlalu banyak untuk dikatakan.
Namun, sulit terbantahkan Messi adalah sang raja kaki kidal. Ia menyihir dunia sepakbola dengan kaki kirinya yang ajaib.
Di luar nama-nama di atas, masih ada nama-nama yang layak disematkan sebagai jagoan-jagoan kaki kiri. Merekalah bintang-bintang hebat berkaki kidal di era kekinian. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya:
Kabar mengejutkan datang dari dunia Sepakbola Italia setelah dikonfirmasi bahwa kapten Fiorentina Davide Astori ditemukan meninggal dunia di kamar hotel tim di Udine pada Minggu (4/3) ini. Laporan sejumlah media di Italia menyebutkan, bek berusia 31 tahun itu meninggal saat tertidur dan kematiannya yang mendadak ini membuat duel tandang La Viola kontra Udinese terpaksa ditunda.
Disaat pemain profesional pensiun alias gantung sepatu, biasanya, harga pasarnya juga akan menghilang karenanya. Tetapi, uniknya, seperti dilansir dari Transfermarkt, 10 pemain di bawah ini justru memiliki harga pasar yang tinggi. Siapa saja mereka?
Teori konspirasi mengenai Ronaldo da Lima yang dipaksa bertanding pada partai puncak Piala Dunia 1998 silam masih terus dibicarakan publik sepak bola dunia.
Pasalnya, satu jam sebelum peluit berbunyi tanda dimulai pertandingan, The Phenomenon (Julukan Ronaldo) dilaporkan tidak sedang dalam kondisi fit. Bahkan dari mulutnya keluar busa berwarna putih.
Saat Ronaldo dilarikan ke rumah sakit, Edmundo tampak sudah siap untuk mengisi satu posisi di slot penyerang. Walaupun demikian, The Animal (Julukan Edmundo) pada akhirnya tidak mendapatkan kesempatan bermain. Staf kepelatihan Brasil justru melawan saran tim medis dengan tetap memainkan Ronaldo.
Insiden tersebut kemudian mengembangkan beberapa teori konspirasi, termasuk tudingan terhadap sponsor timnas Brasil, Nike, yang memaksa Ronaldo untuk bermain di babak final. Meskipun Ronaldo bermain dalam pertandingan, Brasil tetap kalah dari tuan rumah Prancis.
Apakah ada pemain lain yang mengalami nasib serupa dengan Ronaldo? Jawabannya adalah, banyak. Mari kita simak siapa saja superstar lapangan hijau yang menahan sakit saat bertanding.