Minggu, 17 November 2013

debu merah...

Untuk semuanya...
Kami bukan angka... 100, 500 atau 1000!
Kami bukan bangkai... berdarah, terluka, pecah kepala, robek perut, hilang kaki...
Kami bukan kesedihan... mati, pergi, yatim, piatu, hilang...
Kami bukan tanah... jengkal, hektar, tepi, apalagi jalur...
Kami bukan bangsa... Arab, mancung, gurun-pasir, kurma dan panas...
Kami bukan dikasihani... ratapan, tangisan, bahkan tatap muka kehabisan kata!

Kami adalah debu merah...
Yang terbang mengarak tinggi kemuliaan...
Jembatan menuju tempat terjanjikan...

Kami adalah debu merah...
Hingga suatu saat nanti...
Bahkan sebatang pohon pun akan bernyanyi...
Tidak akan ada tempat sembunyi...
Maka saat itulah, waktu bagi kami...
Menggulung tinggi kaum yang dinistakan, bahkan oleh sel uruh kitab suci...

by : tere liye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar