Ego adalah segalanya. Ego lah yang membuat manusia itu manusia.
Ego juga yang mengatur segala keputusan.
Ego yang selaras membuatmu merasa nyaman.
Tapi kalo keputusan mu tidak selaras dengan ego mu, elo akan sengsara.
Trus soal ego lah yang memutuskan?
Manusia boleh saja berpikir mereka mahluk rasional dan memutuskan
berdasarkan pertimbangan logis atau nalar. Tapi pada akhirnya tidak ada
yang pasti, padahal keputusan harus diambil.
Ego lah yang memutuskan apa yang disukai atau tidak.
Lalu rasional akan membelanya.
Contohnya:
Pilih A atau B ?
Pada akhirnya orang mungkin akan pilih A.
Dan karena keputusan sudah jelas, barulah proses rasional me-rasionalisasikan pilihan itu!
Mencari cari alasan pembenaran keputusan tersebut, dan menjadi semakin yakin.
Inilah awalnya orang jadi fanatik atau keras kepala, walaupun pada
kenyataanya mungkin dia sangat sangat salah. Dia sendiri tidak bisa
melihatnya, karena ego nya tidak mengizinkan dia melihatnya, dia tidak
mau melihat kesalahanya.
Karena mengakui kesalahanya sama saja dengan menentang egonya. Dan
kalo egonya dikalahkan, dia akan hancur. Ego itu pada dasarnya sangat
sangat rapuh.
Manusia akan melakukan APA SAJA, bahkan hal hal paling jahat sekali
pun, hanya untuk melindungi ego nya. Semua manusia melakukan ini,
bedanya hanyalah apakah orang itu sadar tentang ini, atau tidak..
Cara kerja pikiran itu memang menarik.
Manusia emang bukan computer, computer tidak punya ego dan hanya total memilih yang perhitungannya paling besar.
Manusia memutuskan dulu, lalu membenarkannya.
Lemah dan ngaco? Tapi ego tidak bisa ditiru oleh mesin mana pun.
Egolah yang bikin manusia itu manusia.
Ego lah yang menciptakan segala kisah kehidupan, baik yang manis maupun yang tragis.
Original Posted By Lonelyloner1 from kaskus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar